New Page-New Life-New Journey

Hari rabu, 23 Maret 2017, dimana saya memulai kembali untuk mempost sesuatu di halaman ini. Disini saya sudah beranjak dewasa. Yes, saya sudah menjadi mahasiswi rantau di perguruan tinggi negeri yang menurutku dan rank di Indonesia dana world wide adalah yang terbaik, yaitu Universitas Airlangga. Memilih menjadi mahasiswi S1 Pendidikan Apoteker berawal dari hanya menyukai bidang kimia, setelah itu baru menyadari jurusan farmasi adalah jurusan ter-luas bidang dan jangkauannya. Saya, calon farmasis, dapat memilih keilmuan farmasi di berbagai bidang yaitu industri, rumah sakit, dan komunitas. Saya sudah memilik ketertarikan pada bidang industri farmasi. Dari sini, saya harus berpikir lebih rasional dan dewasa untuk menentukan proses kehidupan saya. Saya yang menentukan kehidupan saya sendiri. Saya pun menyadari bahwa pada saat menjadi mahasiswa rantau yang jauh sekali dari zona nyaman membuat saya tahan banting, berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, mengurus segala keperluan sendiri layaknya orang dewasa. Saya tidak akan menyangka merantau dapat merubah saya dan membentuk kepribadian yang sangat berbeda dalam konotasi positif. Dari semua hal yang saya sudah lalui, saya merasa sekarang sudah menjalani tahapan menuju sukses, menuju kedewasaan, dan memiliki pemikiran yang matang dalam bertindak. Melihat konten yang saya sudah post selama ini di halaman ini, saya melihat perubahan yang drastis dari cara hidup, pemikiran, dan tindakan yang dilakukan. Saya berpikir bahwa saya sudah dapat melewati tahap tersedih dan terlabil saya. Ternyata melewati tahap paling tersedih saya memang tidak mudah. Mengingat masa depresi, masa terpuruk, dan masa penyesuaian kehidupan yang saya alami pada awal tahun 2012 membuat saya berubah. Saya baru mengetahui penyebab saya lebih sering berpergian bersama teman dibandingkan dengan keluarga dan alasan mengapa saya senang untuk pulang hingga larut malam dibandingkan pulang cepat sampai rumah. Alasan semua keluarga bekerja sehingga rumah menjadi sepi adalah alasan baru yang aku buat, ternyata penyebab rumah sepi adalah kehilangannya 1 orang dalam keluarga kecil yang selalu berpengaruh dalam semua emosi dan kegiatan yang terdapat dalam rumah. Alasan pindahnya rumah lama ke rumah baru pun baru kusadari semenjak temanku memberitahuku, saya dan kakak saya saja tidak peka dalam hal ini tetapi teman saya malah langsung dapat menembaknya. Yes, alasan itu adalah suasana. Suasana rumah lama dapat mengingatkan memori yang terjadi dengan 1 orang yang sudah tidak ada, sehingga bisa saja dan mungkin saja bapak saya meminta pindah dikarenakan memori sedih itu sangatlah sulit untuk dilupakan sehingga jalan yang harus dilalui adalah pindah, membuat memori baru dan suasana baru yang dapat melupakan memori lama untuk sementara. Saya tau keluarga saya sudah tidak lengkap, tetapi alhamdulillah dalam keadaan seperti ini kami masih bisa melanjutkan hidup dan melupakan masa depresi itu. Melihat keluarga lain masih lengkap bukan membuat saya iri, tetapi membuat saya bersyukur kepada keluarga itu karena mereka masih bisa merasakan kehangatan rumah dan mereka tidak perlu merasakan apa yang saya rasakan. Sosok ibu yang selalu ada untuk menjadi teman curhat pun sangat saya rindukan. Saya pun langsung sangat bersyukur dapat memiliki teman-teman yang dapat menggantikan sebagian kecil dari perannya di hidupku. Mungkin ini alasan saya juga lebih akrab ke teman, dikarenakan teman adalah orang terdekat yang sering bertemu dan mereka selalu respon mengenai keberadaanku. Mungkin untuk seseorang dengan keluarga lengkap, mereka hanya dapat menggalaukan kuliah dan galau pacar. Kalo saya lebih masukin ke logika-in aja, galau karena hal tak penting itu bener-bener menyiksa diri tanpa ada guna dan motivasi. Saya memiliki motivasi tertinggi saya, yaitu membanggakan dan membahagiakan orang tua dan keluarga inti saya. Walau ibu sudah tidak dapat merasakannya, tetapi saya harus menepati janji saya. Saya tidak akan kalah dengan apa yang ibu saya lakukan di masa kesuksesannya. Saya akan mengikuti dan lebih dari pencapaian ibu saya. Keberhasilan orang lain bukanlah sesuatu yang harus di iri-kan, tetapi dapat menjadi motivasi dan tantangan bahwa saya juga dapat lebih dari mereka. Semangat! Nb: Disaat kamu galau atas hal yang tidak penting, lihat motivasimu kembali!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Ke 59